Sabtu, 04 Januari 2014

HADITS DHO'IF DAN PEMBAGIANNYA

Klasifikasi Hadits Dho’if

Hadits Dho’if adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat Hadits Shohih dan Hadits Hasan. Hadits Dho’if dan pembagiannya ini masuk pada Hadits Mardud (Hadits yang ditolak). Para Muhadditsin mengemukakan tertolaknya hadits dari dua segi, yaitu dari segi Sanad dan dari segi Matan.
A.      Dari segi Sanad dibagi menjadi 2 bagian :
1.      Sanadnya tidak bersambung (sanadnya digugurkan), ini dibagi menjadi 2 bagian :
1)      Gugurnya sanad secara Dhohir/Jelas
a)      Hadits Mu’allaq
Hadits yang perowinya gugur di awal sanad, baik satu orang saja maupun lebih, contoh :
قال النبي صلى الله عليه و سلم : اللهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَى مِنَ النَّاس .
Artinya : Nabi Muhammad saw bersabda : “ Allah itu lebih berhak dijadikan tempat mengadu malu daripada manusia. “
b)      Hadits Mursal
Hadits yang gugur dari akhir sanadnya, seseorang setelah tabi’iy (yang digurkan dalah sanad terakhir/shahabat), misalnya seorang tabi’iy berkata :
فَعَلَ رسول الله صلعم كذا ...
Artinya : Rasulullah mengerjakan begini ...
c)      Hadits Mu’dhol
Hadits yang gugur perowi-perowinya, 2 orang atau lebih, berturut-turut, baik shahabat bersama tabi’iy, tabi’iy bersama tabi’it tabi’in, maupun 2 orang sebelum shahabat dan tabi’iy. Contoh Hadits Mu’dhol yang gugur rowinya 2 orang sebelum shahabat, seperti hadits Imam Malik yang termuat dalam kitab Al-Muwaththo’ :
لِلْمَمْلُوْكِ طَعَامُهُ وَ كِسْوَتُهُ .
Artinya : “Bagi si budak mempunyai hak makan dan pakaian. “
d)      Hadits Munqothi’
Hadits yang gugur seorang rowinya sebelum shahabat, di satu tempat, atau gugur 2 orang pada 2 tempat dalam keadaan tidak berturut-turut. Contoh yang gugur rowinya seorang sebelum shahabat, seperti Hadits yang ditakhrijkan oleh Ibnu Majah dan At-Turmudzy :
كان رسول الله صلعم : إذا دخل المسجد قال : بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله ، أللهم اغفرلى ذنوبي و افتح لي أبواب رحمتك .
Artinya : Konon Rasulullah saw apabila masuk masjid memanjatkan do’a : “ Dengan nama Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah, Ya Tuhan! Ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu rahmat untukku. “
2)      Gugurnya sanad secara Khofi/Tersembunyi
a)      Hadits Mudallas
Hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tiada bernoda (Hadits yang disembunyikan aibnya), perbuatan ini disebut Tadlis. Tadlis ada 3 macam :
·         Tadlis Isnad : Bila seorang rowi meriwayatkan suatu hadits dari seseorang yang pernah ia temui, tetapi rowi tersebut tidak pernah mendengar hadits darinya.
·         Tadlis Syuyukh : Bila seorang rowi meriwayatkan sebuah hadits yang didengarnya dari seorang guru dengan menyebutkan nama kuniyahnya , nama keturunannya, atau mensifati gurunya dengan sifat-sifat yang tidak/belum dikenal oleh orang banyak.
·         Tadlis Taswiyah : Bila seorang rowi meriwayatkan dari seorang gurunya yang tsiqoh, yang oleh guru tersebut diterima dari gurunya yang lemah, dan guru yang lemah ini menerima dari seorang guru yang tsiqoh pula. Tapi si mudallis tersebut meriwayatkannya tanpa menyebutkan rowi-rowi yang lemah, bahkan ia meriwayatkan dengan lafadh yang mengandung pengertian bahwa rowinya tsiqoh semua.
Contoh Hadits Mudallas yang Tadlis Syuyukh, misalnya seperti perkataan Abu Bakar bin Mujahid Al-Muqry :
حدثنا عبدُ الله بن أَبِي عُبَيْدِ الله
Artinya : “ Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin Abi Ubaidillah. “
Yang dimaksudkan dengan ‘Abdullah ini, adalah Abu Bakar bin Abi Dawud As-Sitisjany
b)      Hadits Mu’an’an
Hadits yang cara penyampaiannya kepada rowi lain menggunakan lafal ‘an (dari/عَنْ) yang mengisyaratkan bahwa dia tidak mendengar secara langsung dari syaikhnya, misalnya:
عَنْ ... عَنْ ... عَنْ ...
Artinya : “ Dari ... , dari ... , dari ... “
c)      Hadits Muannan
Hadits yang cara penyampaiannya kepada rowi lain menggunakan lafal anna (أَنَّ), misalnya :
أَنَّ فُلَان أخبرني قال : ...
Artinya : “ Bahwa Fulan telan menceritakan padaku, ia berkata : ... “
2.      Tercelanya Perowi (perowinya jelek), ini dibagi menjadi 3 bagian :
1)      Dho’if karena perowinya tidak adil
a)      Hadits Maudhu’
Hadits yang rowinya dusta, seakan-akan hadits tersebut dari Rasulullah saw, misalnya hadits yang ma’nanya bertentangan dengan Al-Qur’an :
وَلَدُ الزِّنَا لا يدخل الجنة إلى سبعةِ أَبْنَاءٍ .
Artinnya : “ Anak zina itu tidak dapat masuk surga sampai tujuh keturunan. “
b)      Hadits Matruk
Hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh dusta dalam perhaditsan (rowinya tertuduh dusta dan tampak kefasikannya). Contoh Hadits ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Addy :
حدثنا يعقوب بن سفيان بن عاصم ، حدثنا محمد بن عِمران ، حدثنا عيسى بن زياد ، حدثنا عبد الرحيم بن زيد عن أبيه عن سعيد بن المُسَيَّب عن عمر بن الخطاب ، قال : قال رسول الله صلعم : لَوْ لَا النساء لَعُبِدَ اللهُ حقا ! .
Artinya : “ Telah bercerita padaku Ya’qub bin Sufyan bin ‘Ashim, katanya, Telah bercerita padaku Muhammad bin Imron, katanya, Telah bercerita padaku Isa bin Ziyad, katanya, Telah bercerita padaku ‘Abdur Rohim bin Zaid dari ayahnya, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Umar bin Khattab berkata: Rasulullah bersabda : Andaikata (di dunia ini) tidak ada wanita, tentu Allah itu disembah dengan sungguh-sunguh. “
2)      Dho’if karena perowinya tidak dhobit
a)      Hadits Munkar
Hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahannya, banyak kelengahannya, atau jelas kefasikannya yang bukan karena dusta, misalnya :
مَن أقام الصلاة و آتى الزكاة و حج البيت و صام و قَرَى الضَّيْفَ دخل الجنة .
Artinya : “ Barang siapa yang menunaikan sholat, membayar zakat, berhaji ke Baitullah, berpuasa dan menghormati tamu, maka masuk surga. “
b)      Hadits Mudraj
Hadits yang sanad atau matannya terdapat suatu tambahan, misalnya Hadits Ibnu Mas’ud yang mewartakan bahwa Rasulullah saw bersabda :
مَنْ مات لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة ، و من مات يشرك به شيئا دخل النار .
Artinya : “ Barang siapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka masuk surga, dan siapa yang mati menyekutukan Allah denagn sesuatu akan masuk neraka. “
c)      Hadits Maqlub
Hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahi hadits lain), disebabkan mendahulukan dan mengakhirkan/hadits yang terbalik lafalnya pada matan, nama seseorang atau nasabnya dalam sanad. Contoh tukar-menukar yang terjadi pada matan,  ialah hadits Muslim dari Abu Hurairah ra :
... و رجلٌ تَصَدَّق بصدقة أخفاها حتّى لا تعلم يمينُه ما تُنْفِقُ شمالُه ...
Artinya : “ ... dan seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah yanng disembunyikan, hingga tangan kanannya tak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kirinya ... “
Hadits ini terjadi pemutar-balikan dengan Hadits riwayat Bukhory atau riwayat Muslim sendiri, pada tempat lain, yang berbunyi :
... حتّى لا تعلم شمالُه ما تُنْفِقُ يمينُه ...  
Artinya : “ ... hingga tangan kirinya tak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya ... “
d)      Hadits Mudlthorrib
Hadits yang mukhalafahnya (menyalahi hadits lain), terjadi dengan pergantian pada satu segi, yang saling dapat bertahan, dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan (hadits yang menyalahi riwayat tsiqoh, dengan menukar-nukar rowi). Contoh Hadits Mudlthorrib pada sanad, ialah Hadits Abu Bakar ra yang menanyakan kepada Rasulullah saw penyebab beliau beruban, katanya :
يا رسول الله أَراك شِبْتَ ؟ قال : شَيَّبَتْنِيْ هُودٌ و أخواتها .
Artinya : “ Ya Rasulullah, aku perhatikan engkau telah beruban ?”, Jawab Rasul : “  yang telah menyebabkan aku beruban ialah surat  Hud dan saudara-saudanya.    ”
e)      Hadits Muharraf
Hadits yang mukhalafah dengan hadits lain disebabkan karena perubahan syakal kata, dan bentuk tulisannya masih tetap. Contoh pada matan, misalnya Hadits Jabir ra :
رُمِيَ أُبَيٌّ يوم الأحزاب على أَكْحُلِهِ فَكَوَاهُ رسول الله صلعم .
Artinya : “ Ubay bin Ka’ab telah dihujani panah pada perang Ahzab, mengenai lengannya, lantas Rasulullah mengobatinya dengan besi hangat . “
f)       Hadits Mushahhaf
Hadits yang mukhalafahnya (perbedaan dengan hadits riwayat lain) karena perubahan titik kata, sedangkan bentuk tulisannya tidak berubah. Contoh Hadits Mushahhaf dalam matan, ialah hadits Abu Ayyub Al-Anshory :
أنّ النبي صلعم قال : مَنْ صام رمضان و أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شوّال كان كصيام الدَّهْرِ .
Artinya : Bahwasanya Nabi saw bersabda : “ Siapa yang berpuasa Romadlon kemudian diikuti dengan puasa 6 hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti puasa sepanjang masa. “
Dalam hal ini, kata “ Sittan “ diubah menjadi “ Syaian “ .
3)      Dho’if karena ada kejanggalan dan cacat
a)      Hadits Syadz/Hadits Mukhtalith
Hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang pada hakikatnya kredibel/tsiqoh, tapi riwayatnya tersebut bertentangan dengan riwayat rawi yang lebih utama dan lebih kredibel/tsiqoh dari dirinya, lantaran mempunyai kelebihan kedlobitan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya, dari seg-segi pentarjihan. Contoh hadits Syadz pada matan :
قال رسول الله صلعم إذا صَلَّى أحدكم رَكْعَتَي الفجر فَلْيَضْطَجِعْ على يمينه .
Artinya : Rasulullah saw bersabda : “ Bila salah seorang dari kamu telah selesai sholat sunnah dua raka’at fajar, hendaklah ia berbaring miring di atas pinggang kanannya. “
b)      Hadits Mu’allal
Hadits yang setelah diadakan penelitian dan penyelidikan, nampak adanya salah sangka dari rowinya, dengan mewasholkan (menganggap, bersambung suatu sanad) Hadits yang Munqothi’ (terputus) atau memasukkan sebuah hadits pada suatu hadits lain, atau yang semisal dengan itu. Dapat dikatakan Hadits Mu’allal adalah hadits yang mengandung cacat yang dapat menodai keshahihan, misalnya Hadits Ya’la bin ‘Ubaid :
عن سفيان الثوري عن عمرو بن دينار عن ابن عمر عن النبي صلعم قال : اَلْبَيِّعان بالخيار ماَلَمْ يَتَفَرَّقا .
Artinya  : Dari Sufyan Ats-Tsaury dari ‘Amr bin Dinar dari Ibnu ‘Umar dari Nabi saw bersabda : “ Si penjual dan si  pembeli boleh memilih, selama keduamya belum terpisah. “
c)      Hadits Mubham
Hadits yang di dalam matan atau sanadnya terdapat seorang rowi yang tidak dijelaskan, apakah ia laki-laki atau perempuan. Contoh hadits Mubham yang terdapat pada sanad :
حَجَّاجٍ عن رجل عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلعم قال : المؤمن غَرٌّ كريم .
Artinya : Hajja dari seorang laki-laki dari Abu Hurairoh ra dari Nabi saw bersabda : “ Orang mukmin itu adalah orang yang mulia lagi dermawan. “
d)      Hadits Mardud
Hadits yang salah satu atau lebih rowinya menganut Bid’ah.
B.      Dari segi Matan
Hadits Dho’if yang disebabkan suatu sifat yang terdapat pada Matan, yaitu :
1)      Hadits Mauquf
Hadits yang hanya disandarkan sampai kepada shahabat saja, baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan, baik sanadnya bersambung maupun terputus (hadits yang diriwayatkan para shahabat), misalnya :
يقول : إذا أَمْسَيْتَ فلا تنتظر الصباح و إذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، و خُذْ صحّتك لِمَرَضِك ، و من حياتك لموتك .
Artinya : Konon Ibnu ‘Umar ra berkata : “ Bila kau berada di waktu sore, jangan menunggu datangnya pagi hari, bila kau berada di waktu pagi, jangan menunggu datangnya sore hari. Ambillah dari waktu sehatmu persediaan untuk waktu sakitmu, dan dari waktu hidupmu untuk persediaan matimu. “ (HR. Bukhory)
2)      Hadits Maqthu’
Hadits yang berasal dari seorang tabi’iy serta dimauqufkan padanya, baik sanadnya bersambung maupun terputus (hadits yang diriwayatkan tabi’in baik perkataan atau perbuatan). Contoh hadits Maqthu’ adalah perkataan Haram bin Jubair, seorang tabi’iy besar yaitu :
المؤمن إذا عرف ربّه عزّ و جلّ أَحَبَّهُ ، و إذا أَحَبَّهُ أَقْبَلَ إليه .
Artinya : “ Orang mukmin itu bila telah mengenal Tuhannya ‘Azza wa Jalla, niscaya ia mencintainya, dan bila ia mencintainya, Allah menerimanya. “

Minggu, 08 Desember 2013

INDONESIA HARUS BANGUN KARAKTER BANGSA

Indonesia Harus Bangun Karakter Bangsa
Kamis, 28 November 2013 07:12:51 WIB

SAN FRANSISKO, KALIFORNIA - Indonesia harus memberikan perhatian pada pembangunan karakter bangsa untuk menjadi satu negara yang kuat berdasarkan Pancasila. "Kenyataan dalam sejarah modern Indonesia, penguasa mengisi kemerdekaan dengan penekanan pada pembangunan politik dan ekonomi dan tidak pada pembangunan karakter bangsa," kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Musa Asy'arie seusai memberikan kuliah umum dialog antariman di San Fransisco, Kalifornia, pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (26/11) waktu Indonesia barat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD membuka kuliah umum yang bertema "Interfaith Dialogue in a Plural Society: the View from Indonesia", pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (WIB).
Kuliah umum dialog antariman yang diselenggarakan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri itu bekerja sama dengan Pusat Kajian Asia Tenggara (CSEAS) University of California, Berkeley, menghadirkan pembicara lainnya dari Indonesia yakni pakar dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Pendeta Joas Adiprasetya, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof DR Jamhari Makruf dan pakar dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof DR Antonius Eddy Kristiyanto.
Prof Musa mengatakan lebih jauh bahwa Pemerintah mestinya belajar dari pengalaman-pengalaman yang dibuat semasa pemerintahan-pemerintahan lalu dan reformasi harus melahirkan visi baru dengan pembangunan karakter sebagai penekanan.
Kalau tak diselesaikan, dia mengatakan Indonesia akan mengalami krisis karakter dan menjadi lemah di tengah-tengah era globalisasi.
Rektor UIN itu dalam makalahnya berjudul "Religious Diversities and the Making of National Character", memberikan padangannya dengan latar belakang Indonesia yang beragam suku, agama, ras dan antarkelompok.
Dalam setiap masyarakat, katanya, selalu ada perbedaan dan konflik. Konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat bukan disebabkan oleh keberagaman tetapi ada konspirasi politik dan ada pihak-pihak yang memprovoklasi.
Lebih jauh dia mengatakan konflik antaragama disebabkan tiga hal: perbedaan persepsi atas tuhan, konsepsi tentang tuhan dan pengalaman empirik dimana manusia memahami tentang tuhan melalui pengalamn sehari-hari sehingga terdapat hubugan antarmanusia dengan tuhan. "Konflik terjadi karena terjadi manipulasi atas nama agama," kata dia.
Prof Musa sependapat bahwa dialog antariman merupakan satu cara meningkatkan saling pengertian untuk meningkatkan kerja sama kongkret mengatasi berbagai jurang pemisah di antara rakyat Indonesia.
Dia mengatakan bahwa reformasi yang dialami Indonesia membuat Pemerintah lemah dan rakyat kuat sehingga seakan-akan berlaku hukum rimba. "Berkembanglah premanisme putih dan hitam di tengah-tengah masyarakat kita," katanya.
Sementara itu, pendeta DR Joas Adiprasetyo mengatakan bahwa dialog antariman harus dibarengi dengan dua hal yakni persahabatan dengan orang yang berbeda iman dan kesediaan untuk menghargai perbedaan iman orang lain sebagai pihak yang tidak pernah direngkuh sepenuhnya.
Dia mengharapkan dialog ini tidak saja merupakan kegiataan yang dibuat-buat tetapi muncul dari persahabatan di kalangan akar rumput.
Prof Jamhari menyampaikan bahwa dialog antariman yang dilakukan oleh indonesia sudah dinilai bagus walaupun masih ada kasus-kasus yang harus diselesaikan.
"Karena sudah menjadi perhatian dunia maka perlu disikapi salah satunya dengan memperbaiki regulasi di Indonesia yang berkaitan dengan agama yang tidak kompatibel dengan isu-isu hak asasi manusia dan kebebasan beragama," kata dia.
Dia juga mengatakan Mukti Ali, Nurcholish Majid dan KH Abdurrahman Wahid termasuk tokoh Islam yang telah berjasa mempelopori dialog antariman.
Dalam makalahnya berjudul "From the Experience of Catholic Minority", Prof DR Antonius Eddy Kristiyanto mempertanyakan data mengenai jumlah penganut Katholik di Indonesia. Menurut dia, data resmi yang disampaikan Pemerintah berbeda dari data yang dikeluarkan 37 Keuskupan di Indonesia.
"Walau data berbeda, para misionaris akan tetap berperan di bidang layanan pendidikan, kesehatan dan sosial," katanya.
Dia juga mengatakan sebagai minoritas di Indonesia, para penganut Katholik berterima kasih kepada pemerintah karena telah menjadikan Pancasila sebagai rumah bersama. "Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana menjadikan 100 persen Indonesia dan 100 persen Katholik," kata Romo Eddy.
Konsul Jenderal RI San Fransisco, Asianto Sinambela dan lebih 50 mahasiswa tingkat pascasarjana dan sarjana UCB menghadiri kuliah umum dengan moderator Ketua CSEAS DR Jeffrey Hadler. (ID/ths/ant)
http://www.investor.co.id/national/indonesia-harus-bangun-karakter-bangsa/73117

Senin, 25 November 2013

MICROSOFT POWER POINT

MICROSOFT POWER POINT

  • Program aplikasi sebagai alat bantu untuk presentasi, sehingga urutan resentasi menjadi sistematis (agar audience tidak jenuh).
  • Halaman satu berisi Judul Presentasi dan Presenter yang akan menyampaikan presentasi.
  • Setting Layout / tampilan baik berupa gambar / warna harus disesuaikan dengan tema presentasi dan audience.
  • Content / isi dalam power point hanya berupa poin-poin penting saja.
  • Dapat ditambah animasi / gambar sebagai aksesoris.


Fitur-fitur Power Point :

  • Membuat Teks : Teks dapat dituliskan langsung atau mengambil dari Microsoft Word, apabila megambil dari Microsoft Word caranya : Blok terlebih dahulu teks yang diinginkan, kemudian klik kanan pilih Copy, kemudian pindah ke Power Point, lalu klik kanan pilih Paste.
  • Menambahkan Gambar : Menambahkan gambar bisa dengan menyisipkan gambar atau membuat gambar sendiri. Untuk menyisipkan gambar caranya : pilih tab Insert, kemudian Picture (apabila mengambil gambar dari internet, maka Save Image As terlebih dahulu, baru kemudian pindah ke Word, pilih tab Insert lalu pilih Picture).
  • Membuat Tabel : Untuk membuat tabel, caranya pilih tab Insert, kemudian pilih Table lalu sesuaikan jumlah kolom dan baris yang diinginkan.
  • Menyisipkan Tabel dari Microsoft Excel : Blok terlebih dahulu Tabel di Excel yang akan di sisipkan di Power Point, kemudian klik kanan pilih Copy, setelah itu pindah ke Power Point, klik kanan pilih Paste (sebelum Paste, pastikan tidak ada sel yang aktif di Slide Power Point tersebut).
  • Menyisipkan Persamaan : Untuk menyisipkan persamaan caranya : terlebih dahulu tulis persamaan tersebut di Word menngunakan Insert Equation. Setelah itu, blok persamaan tersebut, klik kanan pilih Copy, lalu pindah ke Power Point, kemudian klik kanan lagi, pilih Paste (Untuk pengeditan persamaan lakukan di Word)
  • Menyisipkan Print Screen : : Buka terlebih dahulu halaman/tampilan yang mau diprint screen, kemudian tekan Alt lalu Ctrl kemudian Prt sc (Print Screen) secara bersamaan. Setelah itu Paste-kan di halaman yang akan diinginkan.
  • Membuat Hyperlink : Apabila Hyperlink berupa Website, maka caranya : Blok terlebih dahulu teks yang akan diberi Hyperlink berupa Website, setelah itu pilih tab Insert, lalu pilih Hyperlink, kemudian pilih Existing File or Web Page, lalu tuliskan alamat Websitenya di Address. Sedangakan untuk Hyperlink dari/ke Slide Power Point itu sendiri, caranya : Blok terlebih dahulu teks yang akan diberi Hyperlink, lalu pilih tab Insert, kemudian pilih Hyperlink, lalu pilih Place in This Document, lalu pilih Slide yang menjadi tujuan Hyperlink.
  • Menambah Animasi : pilih tab Animations, lalu pilih Custom Animations. Untuk membuat animasi sendiri caranya : pilih tab Animations, lalu pilih Custom Animations, kemudian pilih Add Effects, lalu Motion Paths, selanjutnya Draw Custom Paths. Untuk pengeditan animasi pilih tab Animations lalu pilih Transition to this Slide.



Rabu, 20 November 2013

MICROSOFT EXCEL

MICROSOFT EXCEL
  • Program aplikasi di bawah Microsoft Office
  • Berfungsi untuk mengolah data yang sebagian besar angka atau  karakter yang masih memerlukan manipulasi proses dengan menggunakan logika dan aritmatika

Di sini akan dijelaskan tentang : 
  • Menambahkan Sheet : klik kanan di Sheet tersebut, kemudian pilih Insert, lalu pilih WorkSheeet. 
  • Mengurangi Sheet : klik kanan di Sheet tersebut, kemudian pilih Delete.
  • Mengganti nama Sheet : klik kanan di Sheet tersebut, kemudian pilih Rename.

Terdapat 2 cara manipulasi angka di Microsoft Excel :
  1. Dengan Rumus (Intruksi matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang spesifik)
  2. Dengan Fungsi (Intruksi matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang umum)

  •  Rumus
  • Di awali dengan “ = “ , kemudian diikuti dengan kolom yang akan di operasikan
  • Operator dasar : penjumlahan ( ) , pengurangan ( ) , perkalian ( * ) , pembagian ( ) , perpangkatan ( ) .
  • Derajat operator : “ perpangkatan “ menduduki derajat tertinggi, kemudian di bawahnya perkalian dan pembagian “ , kemudian di bawahnya lagi/yang terakhir adalah “ penjumlahan dan pengurangan
  •  Fungsi (Intruksi yang siap pakai)
  • Di awali dengan “ = “ kemudian diikuti dengan fungsi yang akan di gunakan untuk mengoperasikan angka/ data dalam Ms. Excel
  • Fungsi dalam Ms. Excel di antaranya sebagai berikut :


SUM : untuk menjumlahkan angka/data
MAX : untuk mengetahui nilai tertinggi
MIN : untuk mengetahui nilai terendah
AVERAGE : untuk mencari rata-rata
RANK : untuk meranking data/ angka

Tambahan :
  • Untuk menentukan berapa banyak angka di belakang koma, caranya : klik kanan, kemudian pilih Format Cells, lalu pilih Number, lalu pilih Number lagi, kemudian pilih Decimal. Contoh : hasil dari operasi angka di Ms. Excel adalah angka 0,63347848624865 ingin dijadikan menjadi 0,63 , maka caranya seperti di atas.
  • Untuk menetapkan kolom menjadi variabel tetap maka ditambah dengan dolar ( $ ). Contoh : A1 (variabel bebas, masih bisa berubah) , diubah menjadi variabel tetep menjadi $A$1 (variabel tetap, tidak dapat diubah sendiri). [*A1 adalah alamat sel yang diinginkan].
  • Untuk menampilkan angka 0 di depan angka yang lain, (karena biasanya angka nol apabila ditaruh ke depan akan menghilang), maka caranya adalah tambah dengan 1 petik. Contoh : ‘012334.    

  •  Fungsi Logika (Logical)
  •   Sebuah fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang menggunakan penalaran.
     Format Umum : Jika hari hujan, maka saya memakai payung
          Else ( tidak hujan), tidak memakai payung
      Dalam Format Logika : If aksi then reaksi1
                                                    Else reaksi2
      Contoh : { =IF(logical_test, value_if_true, value_if_false) }
                    : { =IF(aksi;reaksi1;reaksi2) }

     Dalam Format Logika, ‘aksi’ dapat disertai dengan operator logika.
       Operator Logika :
        = : sama dengan
        >= : lebih besar dari atau sama dengan
        > : lebih besar dari
        <= : lebih kecil dari atau sama dengan
        < : lebih kecil dari
      Contoh : Ket = Peserta akan dinyatakan Lulus jika memiliki nilai akhir minimal 85, selain itu Tidak Lulus.
     Maka perintahnya : { =IF(sel yang diuji>=85;”Lulus”;”Tidak Lulus”)

     Selain operator Logika, ‘aksi’ juga dapat disertai dengan : and (dan), or (atau), xor, nor dan not.
     Contoh : Ket = Peserta akan mendapatkan sertifikat apabila jumlah kehadiran minimal 75 dan nilai akhir minimal 85.
      Maka perintahnya : { =IF(and(sel yang diuji>=75;sel yang diuji>=85);”mendapatkan sertifikat”;”tidak mendapatkan sertifikat”)

    Catatan : Fungsi Logika ini hanya digunakan untuk jumlah pilihan maksimal 5. Apabila lebih dari itu, maka menggunakan fungsi LOOKUP.

    ·         Fungsi LOOKUP

    Untuk menggunakan fungsi LOOKUP, perlu beberapa langkah :
    Yang pertama : Membuat Tabel Referensi (dapat bertempat di mana saja, boleh di Sheet baru). Tabel Referensi berisi data yang yang dibuat acuan dan data yang akan diisikan.
    Yang kedua : Cara membuat Tabel Referensi, apabila data disusun secara Horizontal maka menggunakan HLOOKUP, apabila data disusun secara Vertikal maka menggunakan VLOOKUP.
    Yang ketiga : Tabel Referensi tersebut diberi nama, caranya Blok tabel tersebut, kemudian Klik Kanan, lalu pilih Name a Range (nama tidak boleh berspasi), lalu klik OK.

    Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP :
    =HLOOKUP(lookup_value, table_array, row_index_num, range_lookup)
    =HLOOKUP(sel yang diuji;nama tabel referensi;nomor indek baaris pencarian dari tabel referensi;true jika kunci tabel yang diambil urut atau false jika kunci tabel yang diambil yidak urut)
    =HLOOKUP(A2;tabel_horizontal;2;true)

    Contoh penggunaan fungsi VLOOKUP :
    =VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, range_lookup)
    =VLOOKUP(sel yang diuji;nama tabel referensi;nomor indek kolom pencarian dari tabel referensi;true jika kunci tabel yang diambil urut/terdapat jangkauan atau false jika kunci tabel yang diambil tidak urut/pasti)
    =VLOOKUP(A2;tabel_vertikal;3;false)

    ·         Membuat Grafik (BAGAN/CHART)

    Langkah-langkah :
    Pertama : Menentukan area tabel (Block tabel yang akan dijadikan grafik)
    Kedua : Klik tab Insert, lalu pada grup Chart tentukan jenis grafik yang akan dibuat
    Ketiga : Untuk menentukan Design Grafik, maka pilih tab Design
    Keempat : Untuk menentukan Tampilan Grafik, maka pilih tab Layout

  •          Fungsi STRING

    Suatu fungsi yang bisa digunakan untuk mengambil beberapa karakter dari kata/kalimat yang sudah disediakan sebelumnya.

    Fungsi STRING :
    Left : untuk pengambilan karakter dari kiri
    Mid : untuk pengambilan karakter dari tengah
    Right : untuk pengambilan karakter dari kanan
    *spasi dihitung karakter

    Contoh : G 2345 DE
    Untuk mengambil karakter G saja , maka perintahnya :
    =left(C4;1)     , C4 = sel yang diuji , 1 = 1 karakter diambil dari kiri
    Untuk mengambil karakter 2345 , maka perintahnya :
    =mid(C4;3;4)   , C4 = sel yang diuji , 3 = karakter yang diambil mulai karakter yang ke tiga , 4 = jumlah karakter yang diambil
    Untuk mengambil karakter DE , maka perintahnya :
    =right(C4;2)    , C4 = sel yang diuji , 2 = 2 karakter diambil dari kanan

    Selain itu, fungsi STRING ini dapat dikombinasi dengan fungsi IF atau LOOKUP.
    Dikombinasi dengan fungsi IF :
    Contoh: : =IF(LEFT(C4;1)=”G”;”Brebes”;IF(LEFT(C4;1)=”B”;”Jakarta”;IF(LEFT(C4;1)=”D”;”Bandung”;IF(LEFT(C4;1)=”F”;”Bogor”;”Cirebon”))))
    Dikombinasi dengan fungsi LOOKUP :
    Contoh :
    =VLOOKUP(LEFT(C4;1);tabel_vertikal;2;false)




Tambahan :

  • Untuk meng-Copy Worksheet : klik kanan - move/copy - move to end (centang ' create a copy ')
  • Contoh fungsi di Excel :
  • =RANK(J6;$J$6:$J$17)
  • =SUM(J6:J17)
  • =AVERAGE(J6:J17)
  • =MIN(J6:J17)
  • =MAX(J6:J17)
  • Contoh rumus di Excel :
  • =A4+A5 (penjumlahan)
  • =A4-A5 (pengurangan)
  • =A4*A5 (perkalian)
  • =A4/A5 (pembagian)
  • =A4^2 atau A4^A5 (perpangkatan)
  • Contoh fungsi IF :
  • Apabila 'nilai dalam huruf, maka perhatikan batas bawahnya' : =IF(K6>=85;"A";IF(K6>=75;"B";IF(K6>=65;"C";IF(K6>=55;"D";"E"))))
  • Apabila rumus dalam total harga/diskon/yang semacamnya : Total Harga : =IF(D5>=10;(D5*E5)-(10%*D5*E5);(D5*E5))
  • Untuk Tabel Referensi LOOKUP, apabila terdapat jangkauan nilai. maka yang ditulis adalah batas bawahnya saja pada Tabel Referensi, di mulai dari yg terkecil, yaitu 0



Senin, 04 November 2013

MICROSOFT WORD

MICROSOFT WORD
  •   Merupakan program aplikasi di bawah Microsoft Office
  •   Berfungsi untuk mengolah dokumen

Cara-cara menggunakan Microsoft Word secara cepat, tepat, efektif dan efisien, agar tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengeditan :

Ketika membuka New Blank, harus melakukan setting terlebih dahulu terhadap :

  • Margin, untuk membuka Margin : pilih Page  Layout, kemudian Page Setup, lalu Margins.
  • Jenis kertas : pilih Page Layout, kemudian Page Setup, lalu pilih Paper.
  • Jenis huruf dan ukurannya : pilih Home, lalu Font. Untuk ukuran pilih Size.
  • Spasi : pilih Home, lalu Paragraph, kemudian Indents and Spacing.

Di sini akan dijelaskan tentang: 


  • Membuat Cover : Cover itu harus proporsional di tengah-tengah, maka pilih Home, kemudian Paragraph, lalu Indents and Spacing dan pilih Aligment Center. Untuk menambahkan gambar atau logo di cover, apabila mengambil dari google, jangan dicopy, tapi disimpan, kemudian pilih Insert, lalu Picture dan pilih gambar atau logo yang telah disimpan tadi.
  • Membuat Daftar Isi : langkah pertama tulis kalimatnya terlebih dahulu, kemudian klik Rule (mistar) sampai muncul garis siku atau seperti huruf L di tempat kita akan meletakkan halaman setelah titik-titik yang panjang. Kemudian pilih Home, lalu Paragraph, kemudian Tabs(terletak di bawah), selanjutnya Leader (di Leader pilih yang nomor 2), lalu pilih Tab yang ada di keyboard.
  • Membuat nomor halaman menggunakan Page Number : pillih Insert, kemudian pilih Page Number, setelah itu pilih Format Page Numbers untuk menyesuaikan format nomor yang diinginkan. Biasanya, setelah pemberian nomor halaman, kadang di halaman judul Karya Ilmiah atau yang lainnya muncul nomor halamannya. Untuk menghilangkan nomor tersebut caranya pilih Page Layout, kemudian pilih Page Setup, lalu pilih Layout, kemudian centang pilihan kotak Different First Page.
  • Membuat Footer : Footer adalah tulisan yang muncul di bawah halaman, biasanya sejajar dengan nomor halaman, tulisan ini akan muncul dari halaman pertama yang diinginkan sampai halaman terakhir. Caranya Klik 2x di sebelah nomor halaman, kemudian tulis footer yang diinginkan. Selain Footer ada yang namanya Header, ini letaknya di atas halaman, cara membuatnya sama dengan Footer.
  • Membuat Tabel : pilih Insert, kemudian pilih Tables, lalu sesuaikan banyaknya kolom dan baris sesuai tabel yang diinginkan. Untuk menggabungkan 2 kolom/baris atau bahkan lebih, caranya Blok kolom/baris yang ingin digabungkan, kemudian klik kanan, lalu pilih Merge Cells. Sedangkan untuk meletakkan tulisan agar berada tepat di tengah-tengah kolom/baris yang sudah digabungkan, caranya Blok tulisan tersebut, kemudian pilih Cell Aligment, pilih Center. Untuk mewarnai Background tabel, caranya Blok tabel yang akan diwarnai, kemudian pilih Design, lalu pilih Shading, kemudian pilih warna yang diinginkan.
  • Menyisipkan Gambar : pilih Insert, kemudian pilih Picture. Apabila gambar men-download dari Google, maka jangan di Copy kemudian di Paste, akan tetapi gambar tersebut di Save Image As terlebih dahulu. Setelah itu, pilih Insert kemudian pilih Picture, lalu klik gambar yang telah di download tadi.
  • Membuat Gambar, Tabel atau Bidang menggunakan Shapes : pilih Insert kemudian pilih Shapes, lalu pilih gambar atau bidang yang diinginkan dalam kolom Shapes. Setelah semuanya sudah di buat, dan gambar atau bidang tersebut terdiri dari berbagai macam model Shapes, maka harus digroupkan, caranya : tekan Ctrl pada keyboard dan jangan dilepaskan, kemudian arahkan muose pada semua bidang atau gambar sampai muncul tanda +, lalu klik (dilakukan terhadap semua bidang/gambar), setelah itu lepaskan Ctrl, lalu klik kanan pilih Grouping kemudian pilih Group. Untuk pengeditan bidang/gambar dalam bentuk Shapes, maka klik kanan kemudian pilih Format Shapes (dalam Format Shapes dapat mengatur Fill dan Line pada gambar/bidang).
  • Membuat Tampilan Print Screen : Buka terlebih dahulu halaman/tampilan yang mau diprint screen, kemudian tekan Alt lalu Ctrl kemudian Prt sc (Print Screen) secara bersamaan. Setelah itu Paste-kan di halaman yang akan diinginkan.
  • Membuat Bentuk Persamaan  ( Contoh :  ) : Apabila ingin membuat bentuk persamaan separti ini atau bentuk persamaan yang lainnya, maka menggunakan Equation. Caranya pilih Insert kemudian pilih Equation, lalu tentukan model-model persamaan yang diinginkan.
  • Membuat Footnote (Catatan Kaki) : Pembuatan Footnote ini merujuk pada suatu referensi. Caranya, arahkan mouse dan klik di tempat rujukan footnote, kemudian pilih References, lalu pilih Insert Footnote, setelah itu tulis referensi tujukan tersebut.

Tambahan :
  • Biasanya dalam KIR Margin-nya , Top = 4 cm, Left = 4 cm, Bottom = 3 cm, Right = 3 cm 
  • Untuk pilihan kertas biasanya menggunakan A4 atau Folio/Legal. Untuk normal 1 halaman, maka pilih Portrait dan di Multiple Pages pilih Normal. Sedangkan untuk halaman seperti bentuk buku (1 halaman, 2 pages), maka pilih Landscape dan di Multiple Pages pilih 2 Pages per Sheet
  • Untuk masalah spasi, terdapat ' before dan after ' yaitu pengaturan spasi antara satu paragraf dengan paragraf yang lain. Auto untuk menambahkan jarak antara satu paragraf dengan paragraf yang lain, sedangkan  0 pt untuk meniadakan jarak (tidak berjarak) antara satu paragraf dengan paragraf yang lain
  • Untuk Cover, pastikan satu paragraf dengan paragraf yang lain ' before after '-nya  0 pt
  • Untuk Daftar Isi supaya terlihat proporsional, di blok semua, dan ' before after '-nya dijadikan 0 pt
  • Untuk Page Number, pada Format Page Number, Start at = 0, kemudian OK
  • Apabila manggunakan teks di dalam Shapes, maka semuanya menggunakan Text Box

;;

By :
Free Blog Templates